Yang Harus Anda Lakukan Jika Melakukan Kesalahan di Kantor

http://www.kubiktraining.com/wp-content/uploads/2015/02/Fotolia_46072355_Subscription_XXL.jpg

Dalam melakukan aktivitas keseharian kita tak pernah luput dari kesalahan termasuk di kantor. Kesalahan kecil dalam tugas keseharian individu dapat segera diperbaiki dengan cepat, bahkan sebelum diketahui oleh yang lain. Tetapi jika menyangkut kerja tim dalam sebuah proyek, terlepas besar atau kecil hal tersebut sering membuat kita merasa tidak enak hati.

Nah, jika kebetulan Anda berada di pihak yang menimbulkan kerugian tim Anda maka, berikut yang perlu Anda lakukan:

Meminta maaf segera

Kedengaran sangat mudah, sejak kecil kita diajarkan jika berbuat salah minta maaf. Namun kita juga tahu, reaksi terhadap sebuah keadaan tidak selalu begitu. Kadang kesalahan yang membuat kita merasa tidak enak,malu, atau takut justru menimbulkan reaksi yang lain. Bukannya  mengakui kesalahan, malah bersikap defensif atau bahkan marah. Ya, menjadi lebih galak dari yang lain. Dalam dunia profesional pendekatan ini tidak akan berarti apa-apa untuk Anda.

Hanya ada satu cara yang baik, yakni mengakui kesalahan. Anda tidak perlu untuk terus-menerus, atau mengucapkan maaf dengan berulang-ulang apalagi disertai sikap panik. Cukup tunjukan penyesalan yang tulus atas tindakan Anda, dan memastikan bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi.

Menerima dan menjalani konsekuensi

Tergantung dari kesalahan yang dibuat, menerima konsekuensi bisa berarti hal yang berbeda: Mungkin Anda harus melakukan pertemuan tidak nyaman untuk memperbaiki hubungan dengan klien. Lain hal Anda harus bekerja lembur untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat.

Apapun yang harus Anda lakukan, segera lakukan tanpa mengeluh. Ini akan menunjukkan kepada semua orang di sekitar bahwa Anda bertindak profesional serta seorang yang bertanggung jawab.

Konsekuensi lainnya adalah bahwa untuk beberapa saat, kemungkinan Anda akan merasa tidak nyaman atau kurang dipercaya lagi di kantor. Anda akan bekerja di bawah pengawasan yang ketat. Yang artinya Anda perlu melakukan tugas dengan upaya terbaik.

Anda benar-benar perlu untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Anda siap untuk move on dari kesalahan yang Anda buat dengan cara yang baik.

Memahami bahwa Anda tidak sendirian

Kabar buruk, seperti yang Anda tahu, adalah bahwa Anda telah membuat kesalahan benar-benar mengerikan. Berita bagusnya Anda tentu bukan satu-satunya orang di dunia ini yang pernah melakukannnya. Dan hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memperbaikinya, belajar darinya, dan move on. Tidak terus-menerus merasa malu, marah, dan tertekan, yang hanya akan memengaruhi kinerja Anda berikutnya. Sangat sulit menjadi produktif dengan hasil yang baik, jika perasaan Anda sedang galau.

Menghindari godaan mencari kambing hitam

Anda tidak harus memikul tanggung jawab untuk hal-hal yang tidak Anda lakukan, tapi menyalahkan orang lain tidak pernah menjadi ide yang baik. Jika ada orang lain yang ikut bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, konsentrasi saja kepada kesalahan yang Anda buat.

Ketika meminta maaf atas kesalahan, minta maaf atas tindakan Anda saja. Lakukan dengan jelas dan spesifik, tetapi jangan pernah membawa orang lain ke dalamnya.

Sumber : Qerja.com

Posted in Tips & Trik | Tagged , , , | Leave a comment

Beberapa Hal Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di Linkedln

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di LinkedIn

Tata krama atau etiket dalam pergaulan, tidak lagi sesederhana ketika media sosial belum hadir di tengah kita. Jaringan sosial telah membuat hal-hal menjadi jauh lebih rumit, apalagi jika hal itu menyangkut jaringan profesional seperti LinkedIn.

Mungkin Anda juga sudah sering menyaksikan (atau mengalami sendiri) sanksi sosial yang diberikan netizen pada seseorang di akun media sosial miliknya akibat postingan yang kurang bijaksana. Tapi LinkedIn memiliki aturan yang sama sekali berbeda.

Berikut adalah hal sebaiknya tidak dilakukan di jaringan media sosial profesional Anda :

  1. Mengabaikan pesan dari perekrut ketika Anda tidak sedang mencari kerja
    Mungkin Anda sudah cukup puas dengan pekerjaan saat ini. Tetapi, jika ada yang mengirimkan penawaran pekerjaan, jangan abaikan. Ada baiknya Anda tetap membalas pesan mereka. Balas saja dengan jujur dan katakan Anda saat ini tidak sedang mencari pekerjaan.

    Tinggalkan kesan terbuka untuk kontak masa depan. Lebih baik lagi menawarkan untuk mengenalkan kandidat yang mungkin cocok untuk kebutuhan mereka. Namun sebelum itu, tetap tanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan Anda.

    Sebaliknya jika Anda sedang membutuhkan pekerjaan baru, jangan add seseorang hanya untuk bertanya soal kesempatan kerja di perusahaan mereka. Anda bisa mengunjungi situs perusahaan mereka dan mencari tahu lewat situ, bukan?

  2. Lupa mematikan notifikasi pemberitahuan update profil Anda
    Jangan bombardir koneksi LinkeInd Anda dengan puluhan update. Saat Anda ingin meng-update profil Anda, jangan lupa terlebih dulu masuk ke halaman Pengaturan lalu aktifkan menu “Turn on/off aktivitas Anda” di bawah Kontrol Privasi.

    Setelah Anda selesai, kemudian Anda mengaktifkan kembali kembali sehingga orang dapat melihat ketika Anda mendapatkan pekerjaan baru, menambah keterampilan baru, atau merayakan ulang tahun kerja.

  3. Jangan posting terlalu sering, atau posting hal pribadi
    Idealnya Anda dapat  posting dua atau tiga artikel atau mengiklankan situs pribadi perhari. Atau beberapa kali per minggu. Dengan begitu Anda akan tetap selalu terlihat tanpa membuat jaringan profesional Anda merasa terganggu.

    Ini adalah jaringan profesional, dan bersikaplah layaknya demikian, jangan posting foto anak, keluarga, atau liburan. Tersedia media sosial lainnya untuk keinginan berbagi yang satu ini. Satu lagi, jangan pernah menanyakan nomor telepon atau kontak melalui update status secara terbuka.

  4. Mengirim request berkali-kali
    LinkedIn secara otomatis akan mengingatkan orang yang sudah Anda undang  untuk saling terhubung. Jadi menghapus request lalu mengirimkan request  kembali secara berulang-ulang tidak akan berguna. Sabar saja, karena tidak semua orang rutin mengakses media sosialnya.

    Yang perlu diingat juga adalah jangan pernah mengirimkan seseorang undangan koneksi kemudian, saat mereka bergabung dengan jaringan Anda, Anda langsung meminta untuk memperkenalkan Anda kepada seseorang yang mereka kenal.

    Atau lebih buruk lagi mengundang orang untuk terhubung dengan Anda untuk mendapatkan alamat email mereka sehingga Anda dapat menambahkannya ke daftar pelanggan newsletter Anda.

  5. Meminta orang untuk meng-endorse skill Anda
    Hal paling cepat untuk membuat orang merasa terganggu adalah, Anda meng-endorse skill mereka kemudian meminta balas jasa mereka melakukan hal yang sama. Kecuali Anda sudah bersahabat dekat dengannya.

    Jika Anda ingin meng-endorse skill jaringan Anda, lakukan saja dengan tulus tanpa mengharap balas jasa. Orang akan melakukan hal yang sama, jika mereka menganggap Anda memiliki kemampuan yang mencenangkan mereka.

    Ini juga berlaku untuk menuliskan rekomendasi. Lakukan ini dengan kejujuran dan tulus. Anda bisa mulai dengan mengatakan sesuatu yang berkesan dengan orang yang pernah bekerja sama dengan Anda. Atau orang yang pernah bekerja untuk Anda. Bahkan untuk atasan Anda. Tapi selalu ungkapkan sesuatu yang jujur, dan lakukan dengan tulus.

    Apakah ada yang terlewat? Anda bisa menambahkan dalam kolom komentar. Kami akan sangat senang mendengar masukan dari Anda.

Sumber : Qerja.com

Posted in Tips & Trik | Tagged , , , | Leave a comment

Membuat Menu Auto Active di Codeigniter

Apa kabar CI mania ?
Saya harap kabar anda baik-baik saja. Karena jika kabar anda dan mood anda baik maka bisa fokus dengan tutorial pemrograman dari saya kali ini. Langsung to do point saja, pada tutorial kali ini kita akan membuat menu auto active dengan framework ketika suatu menu diklik.

Disini kita menggunakan bantuan helper sehingga penulisan program bisa lebih rapi.

Step 1 :
Buka File Helper melalui direktori “Folder CI -> application -> helpers”. Buat helper baru dengan nama web_helper.php lalu file helper tersebut isi dengan script berikut :

<?php if(!defined(‘BASEPATH’)) exit(‘No direct script access allowed’);
if(!function_exists(‘active_link’)) {
function activate_menu($controller) {
$CI = get_instance();
$class = $CI->router->fetch_class();
return ($class == $controller) ? ‘active’ : ”;
}
}

Step 2 :
Modifikasi Script Pada Menu Navigasi Anda. Script menu navigasi yang sebelumnya kita gunakan di ubah dengan menambahkan script :

<li class=”<?php echo activate_menu(‘home’); ?>”>

Untuk lebih jelasnya bandingkan script berikut dengan dengan script yang pertama di atas :

<ul class=”nav navbar-nav”>
<li class=”<?php echo activate_menu(‘home’); ?>”><a href=”home.html” title=”Home”>Home</a></li>
<li class=”<?php echo activate_menu(‘about’); ?>”><a href=”about.html” title=”About”>About</a></li>
<li class=”<?php echo activate_menu(‘blog’); ?>”><a href=”blog.html” title=”Blog”>Blog</a></li>
<li class=”<?php echo activate_menu(‘contact’); ?>”><a href=”contact.html” title=”Contact”>Contact</a></li>
</ul>

Done, maka ketika menu anda klik maka secara otomatis tombol menu tersebut akan menjadi auto active.

Terima kasih…,,,semoga bermanfaat.
Rujukan : Sumber

Posted in Programming | Leave a comment

5 Hal Yang Mengharuskan Anda Resign Dari Pekerjaan Sekarang

Terlepas dari berapa usia anda saat ini, apa latar belakang anda hingga berbagai macam pencapaian selama anda berkarir, terkadang ada saatnya bagi kita untuk merenung dan berpikir, akan dibawa kemana karir kita di masa yang akan datang. Renungan ini sering kali bermuara pada proses pencarian kita untuk mendapatkan peluang baru yang menurut kita akan jauh lebih prospektif dan menantang.

Tapi sebelum melangkah lebih jauh untuk keluar kerja atau resign dan mendaki tangga karir yang lain, ada baiknya anda memperhatikan hasil sebuah riset psikologis dari Harvard Business Review tentang tanda-tanda yang menunjukkan sudah saatnya anda keluar dari pekerjaan anda saat ini.

1. Tidak Belajar Apa-apa dari Pekerjaan Saat Ini

Jika dalam pekerjaan anda saat ini anda belajar banyak hal, baik itu hard skill, soft skill atau bahkan value-value perusahaan yang akhirnya ikut membentuk karakter anda, maka beruntunglah! Anda berada di tempat yang tepat. Namun jika anda merasa tidak mendapatkan apa-apa selain hanya gaji bulanan saja, maka ini saatnya anda mencari pekerjaan lain. Ingat! Your job is not your career. Untuk mendaki tanda karir yang lebih tinggi lagi dibutukan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar gaji bulanan.

2. Performa Anda Menurun

Jika anda mengalamai stagnasi kerja atau ter-default melakukan pekerjaan yang menurut anda sudah tidak ada artinya lagi – padahal sebelumnya anda adalah pribadi yang penuh kreativitas dan kepercayaan diri – bisa disimpulkan bahwa performa anda telah menurun. Cepat atau lambat, hal ini akan berpengaruh buruk terhadap resume anda. Jika anda ingin mengembalikan performa anda dan bergelut dengan hal-hal baru yang lebih menantang dan membuat anda tumbuh, maka keluar dari pekerjaan saat ini adalah sebuah keharusan.

3. Anda Merasa Diremehkan

Walaupun dalam pekerjaan saat ini anda puas dengan gaji dan prospek jenjang karir kedepannya, tetapi jika pihak atasan selalu meremehkan anda, merasa anda tidak memiliki kontribusi yang berarti hingga memberi anda tugas yang remeh-remeh saja, inilah saat yang tepat untuk meninggalkan korporasi itu. Selain itu mereka yang merasa diremehkan di tempat kerja memiliki kecenderungan untuk terlibat pada aktivitas yang kontraproduktif. Sangat disayangkan sekali bukan?

4. Anda Hanya Melakukannya Karena Uang

Meskipun banyak alasan orang bekerja adalah untuk mendapatkan uang, tetapi jika anda mengingat kembali hierarchy’s maslow, anda akan paham bahwa kebutuhan manusia untuk terus berkembang bukan hanya soal psikologis dan safety. Tetapi juga ada kebutuhan untuk dihargai, self-esteem dan juga self-actualization. Jika anda ingin terus berkembang dan mencapai puncak karir anda, maka uang harusnya bukan menjadi satu-satunya alasan anda untuk bekerja.

5. Anda Mulai Membenci Bos Anda

Seperti kata pepatah, people join companies but they quit their bosses. Hal ini berarti ada perbedaan antara karyawan yang tidak menyukai pekerjaan mereka dengan yang tidak menyukai atasan mereka. Dalam penelitian yang tercantum dalam sebuah artikel di Harvard Business Review, sekitar 75% para pekerja dewasa mengungkapkan alasan stress mereka adalah bos mereka sendiri. Hal ini menerangkan bahwa atasan anda memiliki peran vital untuk membuat anda stay atau resign. Jika dalam pekerjaan, bos anda sudah mulai menemui ketidak nyaman dengan bos anda, utamanya dalam hal pekerjaan. Mungkin ini adalah tanda-tanda bahwa anda harus mencari bos baru yang lebih bisa menginspirasi untuk mencapai peak performance atau sudah saatnya anda menjadi bos dari diri anda sendiri.

Semoga poin-poin di atas dapat menjadi pertimbangan bagi anda yang ingin resign atau keluar dari pekerjaan. Karena dengan pertimbangan yang matang, hal ini dapat meminimalisir resiko anda agar tidak salah jalan dalam mendaki tangga karir.

“the best way to predict the future is to create it” – Abraham Lincoln

Sumber : BagusBerlian.com

Posted in Motivasi | Tagged , , | Leave a comment