Set Dinamis Base URL pada Framework Codeigniter

Saat pertama kali kita melakukan install framework codeigniter secara default nilai dari base_url() yang ada pada file config.php di direktori application/config/config.php adalah kosong.

Kita bisa mengisi nilai base_url() tersebut dengan alamat project dari web yang akan kita buat. Misalnya kita melakukan install di local PC kita, maka kita bisa mengisikan dengan localhost/nama_project.

Namun jika kita lakukan perubahan base_url() dengan cara manual tersebut, bagaimana jika nanti akan kita uplaod ke hosting, pasti kita akan melakukan perubahan secara manual sehingga perubahan ini tidak bisa secara dinamis mengikuti root URL pada project kita.

Oleh karena itu, kita perlu melakukan sedikit custom pada value dari config base_url() ini.
Lakukan perubahan nilai default yang sebelumnya adalah :

$config['base_url'] = '';

Ubah konfigurasinya menjadi seperti dibawah ini :

$config['base_url'] = ((isset($_SERVER['HTTPS']) && $_SERVER['HTTPS'] == "on") ? "https" : "http");
$config['base_url'] .= "://" . $_SERVER['HTTP_HOST'];
$config['base_url'] .= str_replace(basename($_SERVER['SCRIPT_NAME']), "", $_SERVER['SCRIPT_NAME']);

Dengan cara diatas ketika kita melakukan perpindahan project dari local ke hosting maka sudah secara otomatis bisa langsung diakses dengan URL terbaru.

Terima Kasih. Semoga bermanfaat.

Referensi : masrud.com

Posted in Programming | Tagged , , , , | 6 Comments

Solusi “Error Client does not support authentication protocol requested by server” pada MySQL client

Error tersebut biasanya terjadi ketika kita pertama kali menginstall MySQL dan melakukan remote di sisi client. Hal ini terjadi karena masalah hak akses user root pada localhost.

Untuk mengatasi hal ini kita hanya perlu menuliskan beberapa syntax pada MySQL Command Line Client. Langkahnya :
1. Buka MySQL Command Line
2. Masukkan password root MySQL
3. Ketik syntax : ALTER USER 'root'@'localhost' IDENTIFIED WITH mysql_native_password BY 'password_root_mysql_anda';
4. Kemudian ketik syntax : flush privileges;
5. Selesai

Harusnya remote MySQL dari sisi client sudah berhasil.

Terima Kasih.

Posted in Database, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Perbedaan CAST dan CONVERT DATE di SQL SERVER

Fungsi CAST dan CONVERT digunakan untuk mengkonversi ekpresi dari suatu tipe data ke tipe data lainnya. Cast dan Convert mempunyai fungsi yang sama.

Penulisan Syntax :
Menggunakan CAST
CAST ( expression AS data_type )

Menggunakan CONVERT
CONVERT ( data_type [ ( length ) ] , expression [ , style ] )

Argumen:
expression
Adalah semua bentuk ekpresi yang valida dalam Microsoft SQL Server

data_type
Adalah target tipe data hasil konversi, termasuk bigin dan sql_variant. User-defined data types tidak bisa digunakan.

length
Parameter opsional dari tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, binary, atau varbinary.

style
Adalah style dari format tipe data yang digunakan untuk mengkonversi tipe data datetime atau smalldatetime menjadi data karakter (tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, nchar, or nvarchar), atau format string jika mengkonversi data float, real, money, atau smallmoney ke data karakter (tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, nchar, atau nvarchar).

Contoh Penggunaan :
CAST
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS date) // output : 2020-01-31
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS time) // output : 16:39:38.0000000
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS datetime) // output : 2020-01-31 16:39:38.000

CONVERT
SELECT CONVERT(date, ‘2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 2020-01-31 16:39:38.000
SELECT CONVERT(time, ‘2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 16:39:38.0000000
SELECT CONVERT(datetime, ‘ 2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 2020-01-31 16:39:38.000
SELECT CONVERT(varchar(10), ‘2020-01-31 16:39:38.000’ ,101); // output : 12/01/2018

Ringkasan perbedaan CAST dan CONVERT :

  1. CAST dan CONVERT adalah fitur dari server SQL yang diperlukan untuk konversi ekspresi dari satu jenis ke tipe lainnya.
  2. CAST lebih user-friendly daripada CONVERT karena lebih mudah digunakan untuk konversi.
  3. CONVERT, bagaimanapun, terbukti lebih kuat dan fleksibel daripada CAST.
  4. CAST disarankan untuk konversi dasar. CONVERT disarankan untuk rutinitas spesifik datetime.
  5. CAST mempunyai waktu loading data yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan CONVERT.

Sumber Referensi :
ilmusoftware.com
id.betweenmates.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Menambahkan Ukuran Kertas F4 / Folio di Windows

Secara default saat kita akan mencetak dokumen baik menggunakan word, excel atau media yang lain tidak terdapat pilihan ukuran kertas F4 / Folio. Adapun ukuran kertas yang hampir mirip dengan F4 yakni Legal, namun ukuran Legal adalah 8,5 x 14 inch atau 21,59 x 35,56 cm sedangkan ukuran F4 / Folio adalah 8,27 x 12,99 inch atau 21,50 x 33,00 cm. Dapat disimpulkan ukuran width / tinggi Legal lebih besar dari ukuran asli kertas F4, sehingga jika kita mencetak menggunakan ukuran Legal pasti bagian akan terpotong atau tidak sesuai.

Untuk mendapatkan hasil cetakan yang kita inginkan, maka harus melakukan setting ukuran kertas sesuai dengan printer yang dipakai, dalam hal ini Canon / Epson dikarenakan setting kertas dua printer ini caranya berbeda.

Ukuran yang dimaksud bisa bebas asalkan tidak melebihi batas ukuran printer. Namun ukuran yang akan kita setting ini adalah F4 / Folio.

  • Setting Ukuran Kertas F4 / Folio pada Printer Canon
    – Buka Control Panel pada Start Menu


    – Lalu buka View devices and printers


    – Pilih salah satu printer canon yang digunakan kemudian klik Print Printer Properties


    – Pada menu Print Printer Properties, lakukan setting seperti berikut ini :

    * Pilih nama Folio
    * Ganti Form name dengan nama F4
    * Pilih units : Metric
    * Isi ukuran width : 21,50cm dan ukuran height : 33,00cm
    * Lalu klik Save Form
    * Klik OK

    – Buka Microsoft Excel / Word, jika aplikasi terbuka silahkan tutup lalu buka kembali.
    Coba cek paper size untuk jenis printer Canon yamg sudah disetting tadi.

    Harusnya sudah muncul ukuran F4 yang sudah kita tambahkan.

    Catatan : jika setting ini sudah dilakukan maka secara otomatis kertas F4 / Folio tersebut akan muncul di semua printer walaupun versi printer canon yang digunakan berbeda.

  • Setting Ukuran Kertas F4 / Folio pada Printer Epson
    – Buka Control Panel pada Start Menu


    – Lalu buka View devices and printers


    – Pilih salah satu printer epson yang digunakan kemudian klik kanan, pilih Printing Preference


    – Selanjutnya pada menu Ukuran Dokumen pilih Ditentukan Pengguna


    – Lakukan setting serperti berikut ini :

    * Nama ukuran kertas : F4
    * Lebar kertas : 215 mm
    * Tinggi kertas : 330 mm
    * Klik Simpan
    * Klik OK

    – Buka Microsoft Excel / Word, jika aplikasi terbuka silahkan tutup lalu buka kembali.

    Coba cek paper size untuk jenis printer Epson yamg sudah disetting tadi. Harusnya sudah muncul ukuran F4 yang sudah kita tambahkan.

Itulah cara menambahkan ukuran kertas F4 / Folio di Windows untuk printer Canon dan Epson. Untuk printer yang lainnya bisa jadi hampir sama dengan konfigurasi seperti printer Canon.


Terima Kasih. Semoga bermanfaat.

Sumber Referensi : pintar.co.id

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ambil Parent tr dari Child tr di Javascript

Sering saya menemukan masalah saat bermain dengan table di html. Terutama saat menggunakan fitur colspan atau rowspan. Ketika menggunakan fitur itu maka saat melakukan prerhitungan, terutama rata2 kita harus menempatkan hasil pada parent <tr> induk pertama, karena jika kita menempatkan pada parent <tr> bukan induk yang pertama tidak akan bisa terbaca. Berikut adalah ulasannya :

Contoh kode HTML :
<table>
<tr class=”menu”>
<td><input type=’text’ class=’parent’ value=’First Parent’></td>
</tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’First Child’></td>
</tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’Second Child’></td>
</tr>
<tr class=”menu”>
<td><input type=’text’ class=’parent’ value=’Second Parent’></td> </tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’First Child’></td>
</tr>
</table>

Berikut adalah kode Javasriptnya :
$(this).closest(‘tr.submenu’).closest(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parent(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).prevUntil(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parentsUntil(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parents(‘:first-child’).find(‘.parent’).val();

Terima Kasih.
Sumber Referensi : daniweb.com

Posted in Programming | Tagged , | Leave a comment