Pengenalan Versioning System, Kemampuan Wajib untuk Programmer ?

Saat kuliah dulu saya pernah diajarkan tentang versioning system pakai SVN. Saya ingat betul dengan icon gambar kura-kuranya yakni Tortoise SVN namanya. Sempat saya gunakan secara berkelompok untuk pengerjaan project salah satu mata kuliah. Jadi dengan adanya SVN ini saya dan teman-teman saya bisa mengerjakan sendiri-sendiri dimanapun berada tanpa harus bertemu. SVN bisa diakses secara online, dan project secara update bisa dilihat oleh semua kelompok yang masuk ke dalam grup SVN tersebut.

Saat pertama kali kerja, saya mulai diajarkan untuk menggunakan versioning system GIT. Namun GIT yang digunakan adalah versi terminal bukan GUI karena server yang dipakai adalah Linux Server. Memang GIT ini terbukti sangat memudahkan kita untuk mengerjakan project secara team. Kita tinggal push jika project yang dikerjakan sudah selesai dan kita tinggal pull jika mengambil data project yang terbaru.

Menurut saya fungsi dari versioning ini antara lain data project bisa update karena semua team mengerjakan project yang sama, kita bisa melihat data project versi sebelum update yang terbaru, data project lebih aman di server, serta adanya detail perubahan project yang dilakukan seperti usernya, waktu, kode yang dirubah.

Apa yang dimaksud Versioning System SVN/Git?

Versioning system atau sering juga disebut Revision Control yaitu software yang berfungsi untuk mencatat perubahan berkala pada setiap file dengan detail pencatatan berupa :

  1. Tanggal perubahan
    Anda akan tahu kapan terakhir script tersebut dirubah
  2. User yang merubah
    Anda akan tahu user yang mana dalam tim anda yang melakukan perubahan
  3. Baris Kode perubahan
    Karena file dicatat waktu per waktu maka anda dapat membandingkan setiap baris kode perubahan

Dan dari 3 aturan tersebut kode akan dicatat sebagai Revisi #1, Revisi #2 dan seterusnya. Inilah yang dimaksud dengan Versioning system atau revision control.

Apa yang dapat dilakukan Versioning System SVN/GIT?

Berikut ini beberapa hal yang merupakan fungsi utama dapat dilakukan oleh Versioning system

  1. Undo System
    Sudah terlanjur merubah kode program eh tapi ternyata salah, maka dengan Versioning Sytem anda dapat mengembalikan kode seperti sebelum anda melakukan editing.
  2. Sinkronisasi
    Banyak kepala lebik bagus daripada satu kepala maka itu Versioning system ini mendukung pengerjaan secara team dan mencatat setiap perubahan yang terjadi tentu hal ini dapat diketahui dengan instan karena kode dapat dengan mudah segera disinkronisasi oleh setiap user.
  3. Tracking
    Seperti yang saya sampaikan, Versioning system mencatat berbagai perubahan yang terjadi sehingga anda dapat memonitor atau mentracking perubahan apa yang telah terjadi.

Beberapa Software Versioning System

  1. GIT adalah software versioning system gratis dan opensource yang di ciptakan oleh bapaknya Linux yaitu Linus Torvalds. Git digunakan pada projek kernel linux.
    Sumber Informasi seputar GIT :

  2. SVN atau Subversion adalah salah satu version control yang sangat populer seperti yang digunakan oleh Google Code
    Sumber informasi seputar SVN :

  3. Bazaar adalah version control yang ditulis dengan bahasa pemrograman python. Bazaar digunakan pada projek-projek seperti MySQL, Mailman, Launchpad dll
    Sumber informasi seputar Bazaar :

  4. Mercurial – salah satu version control yang ditulis pula menggunakan PyThon dimana sebelumnya hanya dapat dijalankan di sistem operasi Linux namun saat ini sudah mulai dapat dijalankan di beberapa Sistem Operasi
    Sumber informasi seputar Mercurial

Sumber : blog.pusathosting.com

Posted in Programming | Tagged , , , | Leave a comment

Menggunakan CKEditor dan KCFinder

Sebelumnya kita harus mendownload plugins CKEditor dan KCFinder di link dibawah ini :
– CKEditor : https://ckeditor.com/download
– KCFinder : https://kcfinder.sunhater.com/download

  • Struktur Folder dan File saya
  • Konfigurasi CKEditor
    <!DOCTYPE html>
    <html>
    <head>
    <meta charset=”utf-8″>
    <title>CKEditor</title>
    <script src=”<?php echo base_url(‘assets/admin/plugins/ckeditor/ckeditor.js’);?>”></script>
    </head>
    <body>
    <textarea name=”” class=”editor1″></textarea>
    <script>CKEDITOR.replace( ‘editor1’ );</script>
    </body>
    </html>
  • Selanjutnya, buka file config.js yang ada dalam folder ” ckeditor “. Tambahkan code seperti dibawah ini sesuai dengan struktur folder di sistem anda.

    config.filebrowserBrowseUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=files’;config.filebrowserImageBrowseUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=images’;
    config.filebrowserFlashBrowseUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=flash’;
    config.filebrowserUploadUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=files’;config.filebrowserImageUploadUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=images’;
    config.filebrowserFlashUploadUrl = ‘../assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=flash’;

    atau langsung alamat website kita :

    config.filebrowserBrowseUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=files’;
    config.filebrowserImageBrowseUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=images’;
    config.filebrowserFlashBrowseUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/browse.php?type=flash’;
    config.filebrowserUploadUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=files’;
    config.filebrowserImageUploadUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=images’;
    config.filebrowserFlashUploadUrl = ‘http://your_website/assets/admin/plugins/kcfinder/upload.php?type=flash’;

     
  • Lalu, buka file config.php yang ada di dalam folder ” kcfinder/conf “. konfigurasi “disabled” menjadi “false” seperti dibawah ini :
  • Maka kita sudah bisa menggunakan ckeditor untuk browser server kita sendiri seperti dibawah ini :
Posted in Programming | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Menghilangkan Jejak Link di CSS

Beberapa dari anda termasuk saya sendiri mungkin masih bingung cara agar link “a href” ketika diklik tidak meninggalkan jejak. Jejak disini yang dimaksud adalah masih adanya bintik-bintik seperti dotted sehingga tidak terlihat rapi. Ternyata caranya sangat mudah yakni seperti code css dibawah ini :

a:active {
    text-decoration:none;
    color:#ffffff;
    border:0px;
    -moz-outline-style:none;
}

a:focus{
   outline:none;
   -moz-outline-style:none;
}

Demikianlah caranya, semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Posted in Programming | Tagged , | Leave a comment

Lowongan Penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM

Berikut ini adalah informasi Penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM :

Download dokumen versi pdf : Pengumuman CPNS KEMENKUMHAM 11 Juli 2017

Sumber : Menpan

Posted in Lowongan Pekerjaan | Tagged , , , , , | Leave a comment

Solusi Import File CSV ke MYSQL dengan PHP Codeigniter

Import data .csv (comma delimited) ke database diperlukan ketika data yang digunakan sangat banyak. Import dari data excel dengan format .csv (comma delimited) ke database memudahkan kita untuk mengolah data melalui aplikasi php dalam hal ini saya menggunakan bantuan framework codeigniter.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Buat database baru dengan nama : importsql
  2. Buat tabel baru di dalam database importsql dengan nama : import

    CREATE TABLE `import` (
      `id` int(11) NOT NULL,
      `nama` varchar(250) NOT NULL,
      `email` varchar(250) NOT NULL,
      `input_date` varchar(250) NOT NULL
    ) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1;
  3. Siapkan file excel dengan format .csv sesuai dengan field dalam tabel import diatas.
  4. Simpan file excel tersebut ke dalam format .csv (Comma delimited). Pada kolom A merupakan field ‘Nama’ sedangkan kolom B merupakan field ‘Email’.
  5. File controller
    uploadcsv.php

    <?php
    defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');
    
    class Uploadcsv extends CI_Controller {
    
      public function __construct()
      {
          parent::__construct();
          $this->load->helper('url');                    
          $this->load->model('m_uploadcsv','fdb');
      }
    
      public function index()
      {
        $this->data['data']= $this->fdb->view_data();
        $this->load->view('v_import', $data);
      }
    
      public function import(){
        if(isset($_POST["import"]))
        {
            $filename=$_FILES["file"]["tmp_name"];
            if($_FILES["file"]["size"] > 0)
            {
                 $file = fopen($filename, "r");
                 $baris = 0;
                 while (($importdata = fgetcsv($file, 10000, ",")) !== FALSE)
                 {
                    $data = array(
                       'name' => $importdata[0],
                       'email' => $importdata[1],
                       'input_date' => date('Y-m-d'),
                    );
                    if($baris > 0){  //jika dimulai dari baris kedua
                       $insert = $this->fdb->insert($data);
                    }
                    $baris++;
                 }                    
                 fclose($file);
                 $this->session->set_flashdata('message', 'Import berhasil !');
                 redirect('uploadcsv/index');
            }else{
                 $this->session->set_flashdata('message', 'Import gagal !');
                 redirect('uploadcsv/index');
            }
         }
      }
    }
  6. File view
    v_import.php

    <?php if($this->session->flashdata('message')){?>
              <div align="center" class="alert alert-success">      
                <?php echo $this->session->flashdata('message')?>
              </div>
            <?php } ?>
    
    <br><br>
    
    <div align="center">
    <form action="<?php echo base_url(); ?>index.php/uploadcsv/import" 
    method="post" name="upload_excel" enctype="multipart/form-data">
    <input type="file" name="file" id="file">
    <button type="submit" id="submit" name="import">Import</button>
    </form>
    <br>
    <div style="width:80%; margin:0 auto;" align="center">
    <table id="t01">
      <tr>
        <th>Nama</th>
        <th>Email</th>
        <th>Input Date</th>
      </tr>
    <?php
    if(isset($data) && is_array($data) && count($data)): $i=1;
    foreach ($data as $key => $data) { 
    ?>
      <tr>
        <td><?php echo $data['nama'] ?></td>
        <td><?php echo $data['email'] ?></td>
        <td><?php echo $data['input_date'] ?></td>
      </tr>
      <?php } endif; ?>
    </table>
    </div>
    </div>
  7. File model
    m_import.php

    <?php
    class m_import extends CI_Model
    {
        public function __construct()
        {
            parent::__construct();
        }
    
        public function insert($data)
                {
                    $this->db->insert('import', $data);
                    return TRUE;
                }
    
        public function view(){
            $query=$this->db->query("SELECT *
                                     FROM import
                                     ORDER BY id DESC");
            return $query->result_array();
        }
    }

    Sekian. Itulah cari import file csv ke database mysql dengan PHP Codeigniter.
    Terima Kasih. Semoga bermanfaat.

Referensi : 2my4edge.com

Posted in Programming | Tagged , , , , , | Leave a comment

Solusi Windows Cannot Connect The Printer (error 0x00002)

Salah satu hal yang sering terjadi pada masalah jaringan adalah lost jaringan. Hal ini kadang-kadang membuat kesal. Jika sudah terjadi lost jaringan maka semua device seperti printer harus disambungkan secara manual. Namun jika PC yang terpakai banyak sekali bagaimana jadinya ? pasti cara yang efektif adalah share printer dari salah satu PC yang dijadikan server. Ketika printer sudah dishare tiba-tiba muncul pesan error “windows cannot connect to the printer error 0x00002“. Nah lo…jangan bingung dulu. Itu masalah mudah.

Menurut pengalaman saya, ini biasanya terjadi pada Windows biasa maupun windows server yang menggunakan PC Station atau NComputing. Hal ini sering terjadi. Langkah paling buruk yang bisa diambil adalah restart server. Namun bagaimana jika semua user sedang menggunakan PC tersebut maka lebih baik jangan restart server.

Solusinya adalah merestart service server. Langkah – langkahnya :

  1. Ketik services pada run command.
  2. Cari services Print Spooler.
  3. Klik 2 kali service Print Spooler.
  4. Masuk ke Tab General.
  5. Ubah Startup type menjadi Automatic.
  6. Klik OK.
  7. Lalu klik Restart the Service atau Stop the service kemudian Start the service.

Selesai, silahkan coba kembali cetak dokumen anda.
Terima Kasih.

Posted in Windows | Tagged , , | Leave a comment

Solusi “The Program Can’t Start Because MSVCR100.dll is Missing Froum Your Computer” di Windows

Saat anda menjalankan suatu program muncul pesan error yang menghalangi eksekusi dari software tersebut di komputer anda. Informasi yang didapat dari pesan kesalahan ini juga tidak banyak membantu, tombol yang tersedia cuma OK tanpa adanya bantuan lain. Sehingga lebih baik kita mencarinya sendiri.

Pesan error yang muncul lengkapnya adalah sebagai berikut :
“ The program can’t start because MSVCR100.dll is missing from your computer. Try reinstalling the program to fix this problem. ”

Arti dari pesan error ini bahwa Windows tidak bisa menjalankan program tersebut karena file MSVCR100.dll tidak ditemukan di komputer anda. Coba install ulang program untuk (semoga) memperbaiki masalah ini.

File MSVCR100.dll ini dapat ditemukan pada salah satu dari edisi Microsoft Visual C++ Redistributable di Windows, karena sangat banyak versi yang tersedia tidaklah aneh anda mungkin melewatinya.

Cara mengatasi MSVCR100.dll is missing ini anda cukup mengunduh Visual C++ Redistributable yang diminta. Edisi yang kita perlukan adalah dari tahun 2010, anda bisa mendownloadnya dari link berikut :

Download versi yang sesuai dengan jenis Windows anda. Setelah selesai mendownload salah satu file installer diatas, silahkan lakukan instalasi.

http://cdn.utekno.com/wp-content/uploads/2013/08/windows-visual-c-2010-redistributable-installing.png?iv=91

Dan… selesai! Masalah yang anda dapati saat menjalankan program tersebut seharusnya sudah teratasi. Proses perbaikannya sungguh mudah karena yang kita lakukan hanyalah melengkapi apa yang kurang di Windows.

Sumber : utekno

Posted in Windows | Tagged , , , | Leave a comment

Cara Export dan Import ODBC Data Source

ODBC data source dapat diexport melalui system registry.
Langkah – langkahnya :

  1. Buka Registry Editor (Start Menu > Run > regedit)
  2. Untuk System DSN: Masuk ke folder My Computer > HKEY_LOCAL_MACHINE > SOFTWARE > ODBC > ODBC.INI
  3. Untuk User DSN: Masuk ke folder My Computer > HKEY_CURRENT_USER > SOFTWARE > ODBC > ODBC.INI
  4. Klik kanan folder ODBC.INI dan pilih Export, lalu simpan dengan extensi file .reg
  5. Simpan file .reg di lokasi komputer anda.
  6. Untuk import, klik file hasil export .reg tadi.
  7. Cukup mudah khan ? semoga membantu.

Sumber : susakli.com

Posted in Database | Tagged , , , | Leave a comment

Tutorial Penomoran Halaman Pada Microsoft Word

Ini hanyalah sekedar sharing bagaimana cara memberikan halaman yang berbeda-beda pada Microsoft Word.
Hal ini mungkin sepele, tetapi kalau anda tidak sabar bisa jadi bikin pusing kepala..hehe…

Mungkin ini sangat kita butuhkan pada saat menyusun makalah, laporan magang, laporan yang ditentukan formatnya, bahkan skripsi. Namun biasanya kita memisahkan antara cover, daftar isi, kata pengantar, bab 1, penutup, dll. Ada cara mudah agar kesemua isi laporan tersebut bisa kita jadikan satu dokumen word.

Untuk lebih mudahnya, langkah memberi nomor halaman ini tentu saja bisa kita lakukan di saat selesai membuat laporannya. Namun bisa dilakukan juga sebelum membuat laporan, tetapi lebih sulit. Jadi lebih baik di akhir saja.

Berikut langkah-langkahnya :
Pertama, Klik Insert  –> Page Number  kemudian pilih salah satu, misalnya saya pilih Buttom of Page. Maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :
1

2

Maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :
3

Setelah halaman terbentuk klik pada bagian luar footer dua kali (penting hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan-kegagalan yang biasanya terjadi). Sehingga akan muncul tampil seperti dibawah ini :
4

Selanjutnya untuk memberi halaman pada bagian cover, klik kembali footer pada halaman tersebut dengan cara mengklik bagian bawah halaman dua kali maka akan muncul menu Design.
5

Setelah itu, centang Different First Page. Maka nomor yang sebelumnya ada akan hilang.
6

Kemudian klik kembali di bagian luar footer (harus dilakukan). Sehingga muncul tampilan seperti berikut.
7

Untuk memberi halaman pada kata pengantar dan daftar isi misalnya dengan format angka (i, ii, iii,….). Letakkan sel Ms. word pada awal kata “Lembar Pengesahan” (sebagai contoh). Kemudian klik page layout –> breaks, pilih next page (langkah ini yaitu untuk membedakan halaman ini dengan halaman sebelumnya).
8

Kemudian klik footer pada halaman kata pengantar tersebut, maka akan muncul menu design seperti sebelumnya.
9

Setelah itu hilangkan tanda centang pada different first page, dan centang different odd and even page, serta biarkan centang pada show document. Lalu hilangkan tanda aktif pada link to previous dengan cara meng-kliknya satu kali.
10

Masih pada menu design, untuk mengubah format number menjadi bentuk (i, ii, iii,…), klik page number –> format page number.
11

Kemudian pilih tipe (i,ii,iii,…) dan klik start at i. Seperti terlihat pada tampilan dibawah ini :
12

Maka halaman 1 akan berubah menjadi halaman i.
13

Seperti sebelumnya klik kembali dua kali diluar bagian footer dua kali (HARUS DI LAKUKAN). Sehingga muncul tampilan seperti dibawah ini :
14

Selanjutnya, untuk memberi halaman bagian isi (misalnya BAB 1 Pendahuluan), sama halnya dengan sebelumnya yaitu harus membedakan terlebih dahulu halaman dengan halaman sebelumnya, namun juga harus selalu diingat letakkan terlebih dahulu kursor pada huruf pertama halaman tersebut. Seperti sebelumnya klik page layout –> breaks dan next page.
15

Kemudian klik footer pada halaman tersebut, maka muncul menu design.
16

Lalu hilangkan tanda aktif link to previous.
17

Setelah itu klik page number –> format page number kemudian pilih tipe (1,2,3,…) juga klik start at 1.
19

Maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini :
20

Setelah itu, seperti biasa, klik dua kali pada bagian luar footer dua kali. Sehingga muncul tampilan berikut :
21

Akhirnya halaman laporan anda sudah jadi.

Maka jika anda akan menambahkan format halaman lainnya, anda tinggal melakukan kembali langkah-langkah di atas.

Selamat mencoba semoga bermanfaat,,!!!

Terima Kasih…

Posted in Microsoft Office | Tagged , , , , | Leave a comment