Perbedaan CAST dan CONVERT DATE di SQL SERVER

Fungsi CAST dan CONVERT digunakan untuk mengkonversi ekpresi dari suatu tipe data ke tipe data lainnya. Cast dan Convert mempunyai fungsi yang sama.

Penulisan Syntax :
Menggunakan CAST
CAST ( expression AS data_type )

Menggunakan CONVERT
CONVERT ( data_type [ ( length ) ] , expression [ , style ] )

Argumen:
expression
Adalah semua bentuk ekpresi yang valida dalam Microsoft SQL Server

data_type
Adalah target tipe data hasil konversi, termasuk bigin dan sql_variant. User-defined data types tidak bisa digunakan.

length
Parameter opsional dari tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, binary, atau varbinary.

style
Adalah style dari format tipe data yang digunakan untuk mengkonversi tipe data datetime atau smalldatetime menjadi data karakter (tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, nchar, or nvarchar), atau format string jika mengkonversi data float, real, money, atau smallmoney ke data karakter (tipe data nchar, nvarchar, char, varchar, nchar, atau nvarchar).

Contoh Penggunaan :
CAST
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS date) // output : 2020-01-31
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS time) // output : 16:39:38.0000000
SELECT CAST(‘2020-01-31 16:39:38.000’ AS datetime) // output : 2020-01-31 16:39:38.000

CONVERT
SELECT CONVERT(date, ‘2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 2020-01-31 16:39:38.000
SELECT CONVERT(time, ‘2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 16:39:38.0000000
SELECT CONVERT(datetime, ‘ 2020-01-31 16:39:38.000’); // output : 2020-01-31 16:39:38.000
SELECT CONVERT(varchar(10), ‘2020-01-31 16:39:38.000’ ,101); // output : 12/01/2018

Ringkasan perbedaan CAST dan CONVERT :

  1. CAST dan CONVERT adalah fitur dari server SQL yang diperlukan untuk konversi ekspresi dari satu jenis ke tipe lainnya.
  2. CAST lebih user-friendly daripada CONVERT karena lebih mudah digunakan untuk konversi.
  3. CONVERT, bagaimanapun, terbukti lebih kuat dan fleksibel daripada CAST.
  4. CAST disarankan untuk konversi dasar. CONVERT disarankan untuk rutinitas spesifik datetime.
  5. CAST mempunyai waktu loading data yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan CONVERT.

Sumber Referensi :
ilmusoftware.com
id.betweenmates.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Menambahkan Ukuran Kertas F4 / Folio di Windows

Secara default saat kita akan mencetak dokumen baik menggunakan word, excel atau media yang lain tidak terdapat pilihan ukuran kertas F4 / Folio. Adapun ukuran kertas yang hampir mirip dengan F4 yakni Legal, namun ukuran Legal adalah 8,5 x 14 inch atau 21,59 x 35,56 cm sedangkan ukuran F4 / Folio adalah 8,27 x 12,99 inch atau 21,50 x 33,00 cm. Dapat disimpulkan ukuran width / tinggi Legal lebih besar dari ukuran asli kertas F4, sehingga jika kita mencetak menggunakan ukuran Legal pasti bagian akan terpotong atau tidak sesuai.

Untuk mendapatkan hasil cetakan yang kita inginkan, maka harus melakukan setting ukuran kertas sesuai dengan printer yang dipakai, dalam hal ini Canon / Epson dikarenakan setting kertas dua printer ini caranya berbeda.

Ukuran yang dimaksud bisa bebas asalkan tidak melebihi batas ukuran printer. Namun ukuran yang akan kita setting ini adalah F4 / Folio.

  • Setting Ukuran Kertas F4 / Folio pada Printer Canon
    – Buka Control Panel pada Start Menu


    – Lalu buka View devices and printers


    – Pilih salah satu printer canon yang digunakan kemudian klik Print Printer Properties


    – Pada menu Print Printer Properties, lakukan setting seperti berikut ini :

    * Pilih nama Folio
    * Ganti Form name dengan nama F4
    * Pilih units : Metric
    * Isi ukuran width : 21,50cm dan ukuran height : 33,00cm
    * Lalu klik Save Form
    * Klik OK

    – Buka Microsoft Excel / Word, jika aplikasi terbuka silahkan tutup lalu buka kembali.
    Coba cek paper size untuk jenis printer Canon yamg sudah disetting tadi.

    Harusnya sudah muncul ukuran F4 yang sudah kita tambahkan.

    Catatan : jika setting ini sudah dilakukan maka secara otomatis kertas F4 / Folio tersebut akan muncul di semua printer walaupun versi printer canon yang digunakan berbeda.

  • Setting Ukuran Kertas F4 / Folio pada Printer Epson
    – Buka Control Panel pada Start Menu


    – Lalu buka View devices and printers


    – Pilih salah satu printer epson yang digunakan kemudian klik kanan, pilih Printing Preference


    – Selanjutnya pada menu Ukuran Dokumen pilih Ditentukan Pengguna


    – Lakukan setting serperti berikut ini :

    * Nama ukuran kertas : F4
    * Lebar kertas : 215 mm
    * Tinggi kertas : 330 mm
    * Klik Simpan
    * Klik OK

    – Buka Microsoft Excel / Word, jika aplikasi terbuka silahkan tutup lalu buka kembali.

    Coba cek paper size untuk jenis printer Epson yamg sudah disetting tadi. Harusnya sudah muncul ukuran F4 yang sudah kita tambahkan.

Itulah cara menambahkan ukuran kertas F4 / Folio di Windows untuk printer Canon dan Epson. Untuk printer yang lainnya bisa jadi hampir sama dengan konfigurasi seperti printer Canon.


Terima Kasih. Semoga bermanfaat.

Sumber Referensi : pintar.co.id

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ambil Parent tr dari Child tr di Javascript

Sering saya menemukan masalah saat bermain dengan table di html. Terutama saat menggunakan fitur colspan atau rowspan. Ketika menggunakan fitur itu maka saat melakukan prerhitungan, terutama rata2 kita harus menempatkan hasil pada parent <tr> induk pertama, karena jika kita menempatkan pada parent <tr> bukan induk yang pertama tidak akan bisa terbaca. Berikut adalah ulasannya :

Contoh kode HTML :
<table>
<tr class=”menu”>
<td><input type=’text’ class=’parent’ value=’First Parent’></td>
</tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’First Child’></td>
</tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’Second Child’></td>
</tr>
<tr class=”menu”>
<td><input type=’text’ class=’parent’ value=’Second Parent’></td> </tr>
<tr class=”submenu”>
<td><input type=’text’ class=’child’ value=’First Child’></td>
</tr>
</table>

Berikut adalah kode Javasriptnya :
$(this).closest(‘tr.submenu’).closest(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parent(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).prevUntil(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parentsUntil(‘tr.menu’).find(‘.parent’).val();
$(this).closest(‘tr.submenu’).parents(‘:first-child’).find(‘.parent’).val();

Terima Kasih.
Sumber Referensi : daniweb.com

Posted in Programming | Tagged , | Leave a comment

Kode HTML untuk menampilkan Karakter dan Simbol Khusus

Ada beberapa karakter atau simbol khusus yang tidak terdapat didalam keyboard, meskipun ada kadang-kadang saat ditampilkan di halaman web tidak sesuai dengan keinginan kita. Jadi, sebenarnya ada kode HTML khusus yang bisa menampilkan karakter dan simbol khusus tersebut.

Berikut adalah list kode HTML berserta karakter dan simbol khususnya :

Kode Nomor HTML
Kode Nama HTML
Karakter/Simbol
Deskripsi
&#32; Spasi
&#33; ! Tanda seru
&#34; &quot; Kutip ganda
&#35; # Simbol pagar
&#36; $ Simbol dollar
&#37; % Simbol persen
&#38; &amp; & Simbol dan
&#39; Kutip satu
&#40; ( Kurung buka
&#41; ) Kurung tutup
&#42; * Tanda bintang
&#43; + Tanda tambah
&#44; , Tanda koma
&#45; Tanda kurang
&#46; . Tanda titik
&#47; / Garis miring
&#48; 0 Nol
&#49; 1 Satu
&#50; 2 Dua
&#51; 3 Tiga
&#52; 4 Empat
&#53; 5 Lima
&#54; 6 Enam
&#55; 7 Tujuh
&#56; 8 Delapan
&#57; 9 Sembilan
&#58; : Titik dua
&#59; ; Titik koma
&#60; &lt; < Kurang dari
&#61; = Sama dengan
&#62; &gt; > Lebih dari
&#63; ? Tanda tanya
&#64; @ Simbol [at]
&#65; A
&#66; B
&#67; C
&#68; D
&#69; E
&#70; F
&#71; G
&#72; H
&#73; I
&#74; J
&#75; K
&#76; L
&#77; M
&#78; N
&#79; O
&#80; P
&#81; Q
&#82; R
&#83; S
&#84; T
&#85; U
&#86; V
&#87; W
&#88; X
&#89; Y
&#90; Z
&#91; [ Kurung siku buka
&#92; \ Garis miring terbalik/backslash
&#93; ] Kurung siku tutup
&#94; ^ Tanda sisipan/sirkumfleksa
&#95; _ Garis bawah
&#96; ` Tanda petik
&#97; a
&#98; b
&#99; c
&#100; d
&#101; e
&#102; f
&#103; g
&#104; h
&#105; i
&#106; j
&#107; k
&#108; l
&#109; m
&#110; n
&#111; o
&#112; p
&#113; q
&#114; r
&#115; s
&#116; t
&#117; u
&#118; v
&#119; w
&#120; x
&#121; y
&#122; z
&#123; { Kurung kurawal buka
&#124; | Garis tegak/pipe
&#125; } Kurung kurawal tutup
&#126; ~ Simbol ekuivalen
&#160; &nbsp; Non-breaking space
&#161; &iexcl; ¡ Tanda seru terbalik
&#162; &cent; ¢ Simbol sen
&#163; &pound; £ Simbol pondsterling
&#164; &curren; ¤ Simbol mata uang
&#165; &yen; ¥ Simbol yen
&#166; &brvbar; ¦ Garis tegak terputus
&#167; &sect; § Simbol bagian/seksi
&#168; &uml; ¨ Titik dua di atas huruf vokal
&#169; &copy; © Simbol hak cipta (Copyright)
&#170; &ordf; ª Indikator ordinal feminin
&#171; &laquo; « Panah kiri ganda
&#172; &not; ¬ Simbol bukan
&#173; &shy; ­ Tanda penghubung halus
&#174; &reg; ® Simbol merek dagang terdaftar
&#175; &macr; ¯ Garis atas
&#176; &deg; ° Simbol derajat
&#177; &plusmn; ± Simbol lebih kurang
&#178; &sup2; ² Pangkat dua, kuadrat, persegi
&#179; &sup3; ³ Pangkat tiga, kubik
&#180; &acute; ´ Aksen akut
&#181; &micro; µ Simbol mikro
&#182; &para; Simbol pilcrow, simbol paragraf
&#183; &middot; · Titik tengah, koma Georgia
&#184; &cedil; ¸ Spasi cedilla
&#185; &sup1; ¹ Pangkat satu
&#186; &ordm; º Indikator ordinal maskulin
&#187; &raquo; » Panah kanan ganda
&#188; &frac14; ¼ Satu per empat
&#189; &frac12; ½ Satu per dua, setengah
&#190; &frac34; ¾ Tiga per empat
&#191; &iquest; ¿ Tanda tanya terbalik
&#192; &Agrave; À
&#193; &Aacute; Á
&#194; &Acirc; Â
&#195; &Atilde; Ã
&#196; &Auml; Ä
&#197; &Aring; Å
&#198; &AElig; Æ
&#199; &Ccedil; Ç
&#200; &Egrave; È
&#201; &Eacute; É
&#202; &Ecirc; Ê
&#203; &Euml; Ë
&#204; &Igrave; Ì
&#205; &Iacute; Í
&#206; &Icirc; Î
&#207; &Iuml; Ï
&#208; &ETH; Ð
&#209; &Ntilde; Ñ
&#210; &Ograve; Ò
&#211; &Oacute; Ó
&#212; &Ocirc; Ô
&#213; &Otilde; Õ
&#214; &Ouml; Ö
&#215; &times; × Simbol perkalian
&#216; &Oslash; Ø
&#217; &Ugrave; Ù
&#218; &Uacute; Ú
&#219; &Ucirc; Û
&#220; &Uuml; Ü
&#221; &Yacute; Ý
&#222; &THORN; Þ
&#223; &szlig; ß
&#224; &agrave; à
&#225; &aacute; á
&#226; &acirc; â
&#227; &atilde; ã
&#228; &auml; ä
&#229; &aring; å
&#230; &aelig; æ
&#231; &ccedil; ç
&#232; &egrave; è
&#233; &eacute; é
&#234; &ecirc; ê
&#235; &euml; ë
&#236; &igrave; ì
&#237; &iacute; í
&#238; &icirc; î
&#239; &iuml; ï
&#240; &eth; ð
&#241; &ntilde; ñ
&#242; &ograve; ò
&#243; &oacute; ó
&#244; &ocirc; ô
&#245; &otilde; õ
&#246; &ouml; ö
&#247; &divide; ÷ Simbol pembagian
&#248; &oslash; ø
&#249; &ugrave; ù
&#250; &uacute; ú
&#251; &ucirc; û
&#252; &uuml; ü
&#253; &yacute; ý
&#254; &thorn; þ
&#255; &yuml; ÿ
&#338; &OElig; Œ
&#339; &oelig; œ
&#352; &Scaron; Š
&#353; &scaron; š
&#376; &Yuml; Ÿ
&#402; &fnof; ƒ
&#710; &circ; ˆ
&#732; &tilde; ˜
&#913; &Alpha; Α Alpha
&#914; &Beta; Β Beta
&#915; &Gamma; Γ Gamma
&#916; &Delta; Δ Delta
&#917; &Epsilon; Ε Epsilon
&#918; &Zeta; Ζ Zeta
&#919; &Eta; Η Eta
&#920; &Theta; Θ Theta
&#921; &Iota; Ι Iota
&#922; &Kappa; Κ Kappa
&#923; &Lambda; Λ Lambda
&#924; &Mu; Μ Mu
&#925; &Nu; Ν Nu
&#926; &Xi; Ξ Xi
&#927; &Omicron; Ο Omicron
&#928; &Pi; Π Pi
&#929; &Rho; Ρ Rho
&#931; &Sigma; Σ Sigma
&#932; &Tau; Τ Tau
&#933; &Upsilon; Υ Upsilon
&#934; &Phi; Φ Phi
&#935; &Chi; Χ Chi
&#936; &Psi; Ψ Psi
&#937; &Omega; Ω Omega
&#945; &alpha; α alpha
&#946; &beta; β beta
&#947; &gamma; γ gamma
&#948; &delta; δ delta
&#949; &epsilon; ε epsilon
&#950; &zeta; ζ zeta
&#951; &eta; η eta
&#952; &theta; θ theta
&#953; &iota; ι iota
&#954; &kappa; κ kappa
&#955; &lambda; λ lambda
&#956; &mu; μ mu
&#957; &nu; ν nu
&#958; &xi; ξ xi
&#959; &omicron; ο omicron
&#960; &pi; π pi
&#961; &rho; ρ rho
&#962; &sigmaf; ς sigmaf
&#963; &sigma; σ sigma
&#964; &tau; τ tau
&#965; &upsilon; υ upsilon
&#966; &phi; φ phi
&#967; &chi; χ chi
&#968; &psi; ψ psi
&#969; &omega; ω omega
&#977; &thetasym; ϑ Simbol theta
&#978; &upsih; ϒ Simbol upsilon
&#982; &piv; ϖ Simbol pi
&#8194; &ensp; Spasi en
&#8195; &emsp; Spasi em
&#8201; &thinsp; Spasi tipis
&#8204; &zwnj; Zero width non-joiner
&#8205; &zwj; Zero width joiner
&#8206; &lrm; Tanda kiri ke kanan
&#8207; &rlm; Tanda kanan ke kiri
&#8211; &ndash; Garis en
&#8212; &mdash; Garis em
&#8216; &lsquo; Kutip kiri tunggal
&#8217; &rsquo; Kutip kanan tunggal
&#8218; &sbquo; Kutip rendah tunggal
&#8220; &ldquo; Kutip kiri ganda
&#8221; &rdquo; Kutip kanan ganda
&#8222; &bdquo; Kutip rendah ganda
&#8224; &dagger; Salib
&#8225; &Dagger; Salib ganda
&#8226; &bull; Peluru
&#8230; &hellip; Ellipsis horisontal
&#8240; &permil; Per mil
&#8242; &prime; Menit
&#8243; &Prime; Detik
&#8249; &lsaquo; Panah kiri tunggal
&#8250; &rsaquo; Panah kanan tunggal
&#8254; &oline; Garis atas
&#8364; &euro; Simbol Euro
&#8482; &trade; Merek dagang
&#8592; &larr; Panah kiri
&#8593; &uarr; Panah atas
&#8594; &rarr; Panah kanan
&#8595; &darr; Panah bawah
&#8596; &harr; Panah kiri kanan
&#8629; &crarr; Simbol Enter/Carriage return
&#8704; &forall;
&#8706; &part;
&#8707; &exist;
&#8709; &empty;
&#8711; &nabla;
&#8712; &isin;
&#8713; &notin;
&#8715; &ni;
&#8719; &prod;
&#8721; &sum;
&#8722; &minus;
&#8727; &lowast;
&#8730; &radic;
&#8733; &prop;
&#8734; &infin;
&#8736; &ang;
&#8743; &and;
&#8744; &or;
&#8745; &cap;
&#8746; &cup;
&#8747; &int;
&#8756; &there4;
&#8764; &sim;
&#8773; &cong;
&#8776; &asymp;
&#8800; &ne;
&#8801; &equiv;
&#8804; &le;
&#8805; &ge;
&#8834; &sub;
&#8835; &sup;
&#8836; &nsub;
&#8838; &sube;
&#8839; &supe;
&#8853; &oplus;
&#8855; &otimes;
&#8869; &perp;
&#8901; &sdot;
&#8968; &lceil;
&#8969; &rceil;
&#8970; &lfloor;
&#8971; &rfloor;
&#9674; &loz;
&#9824; &spades;
&#9827; &clubs;
&#9829; &hearts;
&#9830; &diams;

Terima Kasih.
Semoga bermanfaat.

Sumber Refrensi : helpshared.com

Posted in Programming | Tagged , , , | Leave a comment

Solusi Menonaktifkan Fitur Offline Files di Windows 7 dan 10

Pada Windows terdapat fitur Offline Files. Fitur ini membuat File dan Folder di jaringan tetap bisa diakses walau komputer tidak terhubung dengan jaringan. Fitur ini tentu saja bermanfaat bila kita ingin dapat mengakses file atau folder saat komputer tidak terhubung di jaringan. Pada Windows 7 fitur ini secara default dalam keadaan enable atau aktif.

Stockbill bekerja dengan membaca data realtime, pembacaan dalam waktu yang sama, sehingga pembacaan dan penulisan data di setiap komputer dalam jaringan berjalan bersamaan di satu database. Umumnya bila hubungan jaringan lancar, fitur Offline Files tidak bermasalah di Stockbill karena komputer tetap membaca file database secara online (terhubung). Fitur Offline Files bisa menjadi masalah bila hubungan jaringan buruk sehingga komputer klien malah membaca database offline dari seharusnya membaca database online di server. Akibatnya data yang tertampil di komputer klien berbeda dengan data yang tertampil di komputer server. Untuk mencegah hal ini, kita dapat mematikan fitur Offline Files ini.

Fitur Offline Files terletak di bagian Sync Center di Control Panel. Cara menonaktifkannya:

Pada Windows 7
Klik Start -> pada kotak pencarian ketikkan sync center. Klik Sync Center untuk membukanya.

Klik Manage offline files

Klik Disable Offline Files untuk mematikan fitur kemudian klik OK untuk menutup jendela Offline Files. Restart komputer untuk menjalankan hasil pengaturan tadi.


Gunakan cara yang sama bila suatu saat ingin mengaktifkannya kembali.

Pada Windows 10
Secara default fitur Offline Files dalam keadaan disable (tidak aktif) di Windows 10. Bila ternyata fitur ini aktif, berikut cara mematikannya.
Pada bagian pencarian di Windows ketikkan Control Panel -> Klik Control Panel

Ketikkan sync center di bagian pencarian di pojok kanan atas.. kemudian klik Sync Center

Klik Manage offline files

Klik Disable Offline Files untuk mematikan fitur kemudian klik OK untuk menutup jendela Offline Files. Restart komputer untuk menjalankan hasil pengaturan tadi.

Gunakan cara yang sama bila suatu saat ingin mengaktifkannya.

Terima Kasih.

Sumber : Medinablog

Posted in Tutorial | Tagged , , , | Leave a comment

Set Dua Primary Key di Tabel SQL Server

Cukup simple caranya, buat dulu tabel dan fieldnya lalu simpan tanpa set primary key terlebih dahulu.
Setelah itu ketik query dibawah ini :

ALTER TABLE table_name

ADD PRIMARY KEY (id, kode);

Keterangan : menambahkan primary key field id dan kode.

Sekian.
Terima Kasih.

Posted in Database | Tagged , | Leave a comment

Ambil ID Terakhir Setelah Insert Data di SQL Server

Terkadang saat menggunakan tabel yang berelasi, kita membutuhkan id terakhir setelah insert data dari tabel pertama untuk dimasukkan ke tabel kedua agar data tersebut bisa terelasi.
Berikut ini query untuk mengambil id terakhir setelah insert data di SQL Server :

Query Insert :
INSERT INTO Persons (FirstName) VALUES (‘Joe’);

Query Ambil ID Terakhir Setelah Insert Data :
SELECT ID AS LastID FROM Persons WHERE ID = @@Identity;

Sekian. Semoga Bermanfaat.

Sumber Referensi : beandsoftware.com

Posted in Database | Tagged , | Leave a comment

Membuat Database dan Relasi Tabel dengan SQL Server Management Studio

Selamat pagi, kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara membuat database SQL Server dengan menggunakan tools dari Microsoft, yaitu Microsoft SQL Server Management Studio. Software dapat didownload di sini: www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=8961

Ok kita mulai tutorialnya, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah masuk ke dalam Microsoft Management Studio dengan mengisi server, username, dan password. Buka aplikasi sehingga muncul tampilan dialog login seperti berikut ini. Pilih server type Database Engine, kemudian isikan Server name: NAMA-PC\SQLEXPRESS seperti contoh di bawah ini. Kemudian pilih authentication Windows Authentication supaya kita tidak perlu memasukkan username+password, cukup menggunakan account windows. Kemudian klik Connect.

halaman login

Setelah itu, akan muncul tampilan explorer di samping, yaitu nama koneksi dan folder-folder di dalamnya. Kita akan membuat suatu database baru, maka kita klik kanan folder Databases, kemudian klik New Database… Maka akan muncul dialog New Database.

Pada dialog tersebut, isikan pada Database name: Perpustakaan, kemudian klik OK. Kita akan membuat database bernama Perpustakaan. Maka sekarang tampilan explorer pada folder Databases bertambah satu, yaitu database Perpustakaan.

database perpustakaan

MEMBUAT TABLE

Setelah itu, langkah selanjutnya adalah kita akan membuat table pada database PerpustakaanExpand database perpustakaan (mengklik tombol + di sebelah kiri tulisan Perpustakaan di explorer), kemudian klik kanan Tables > New Table… Maka akan tampil suatu tab baru untuk menambahkan kolom-kolom yang akan dibuat pada table. Isikan kolom-kolom berikut yang diperlukan untuk table yang akan kita buat.

Table buku
table

Kita akan menjadikan kolom id menjadi primary key, langkah yang harus dilakukan adalah klik kanan kolom id, kemudian pilih Set Primary Key. Maka akan muncul gambar kunci di samping kirinya dan tanda pada kolom Allow Nulls menjadi uncheck. Selain diset menjadi primary key, kita akan mengeset kolom id ini supaya menjadi kolom yang Auto Increment, atau nilai int nya selalu bertambah. Caranya adalah dengan mengubah property Is Identity menjadi Yes. Lihat gambar berikut ini.

set primary key + auto increment

Tekan Ctrl+S untuk menyimpan table. Dan masukkan nama table buku.

Buatlah table-table berikut dengan langkah yang sama dengan langkah di atas.

Table buku
buku

Table kategori
kategori

Table anggota
anggota

Table peminjaman
peminjaman

Table peminjaman_item
peminjaman item

Table pengembalian
pengembalian

Ok, tahap pembuatan tabel-tabel sudah selesai. Tahap selanjutnya adalah pembuatan relasi untuk masing-masing tabel. Ini dibuat menggunakan diagram.

RELASI ANTAR TABLE

Langkah selanjutnya adalah membuat relasi untuk masing-masing tabel terhadap tabel lainnya. Relasi ini akan dibuat pada diagram editor bawaan langsung dari tools Management Studio.

explorer

Klik kanan Database Diagrams, kemudian pilih New Database Diagram, kemudian jika ada pertanyaan, pilih Yes.

Akan tampil dialog Add Table, pilih semua table kemudian klik tombol Add. Jika sudah, tekan Close. Jika kamu melakukannya dengan benar, maka akan tampil hasil sebagai berikut.

diagram

Kita akan menghubungkan setiap table dengan relasi tertentu. Cara menghubungkannya adalah dengan mendrag selector setiap kolom (selector=tombol kotak di samping nama kolom, samping kiri), kemudian klik Ok, dan klik Ok. Silakan ikuti langkah berikut ini:

  1. Drag selector id_anggota pada table peminjaman ke kolom id pada table anggota
  2. Drag selector id_peminjaman pada table peminjaman_item ke kolom idpada table peminjaman
  3. Drag selector id_buku pada table peminjaman_item ke kolom id pada table buku
  4. Drag selector id_kategori pada table buku ke kolom id pada table kategori
  5. Drag selector id_peminjaman pada table pengembalian ke kolom id pada table peminjaman
  6. Drag selector id_anggota pada table pengembalian ke kolom id pada table anggota

Jika sudah, kemudian save diagram tersebut. Jika langkah kamu benar, maka akan tampil table-table tersebut berelasi seperti berikut ini:

relasi table

Tutorial membuat database dengan menggunakan SQL Server Management Studio selesai. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber : jagocoding

Posted in Database, Tutorial | Tagged , , , | Leave a comment

Tutorial Mengaktifkan User SA di SQL Server 2008 R2

Secara default untuk settingan user SA di SQL Server belum bisa dipergunakan, untuk itu Anda harus merubah terlebih dahulu settingan default nya supaya login dengan user sa bisa dipergunakan. User SA memiliki fungsi sama seperti hal nya form login yaitu untuk mencegah agar orang lain tidak bisa mengakses akun kita. Atau bisa diartikan juga untuk menjaga keamanan database agar tidak sembarang user bisa masuk ke database kita.

Berikut adalah langkah-langkah mengaktifkan login user SA di SQL Server 2008 R2 :

  1. Anda pastikan terlebih dahulu jika SQL Server sudah terinstal di komputer. Kemudian buka Database SQL Server tersebut melalui aplikasi SQL Server Management Studio dengan cara login terlebih dahulu dengan menggunakan Windows Authentication seperti gambar dibawah ini.
  2. Setelah itu akan muncul di object explorer. Lalu klik pada bagian SQL Server anda -> Security (klik 2x) -> Logins (klik 2x) -> klik kanan ‘sa’ -> Properties. Langkahnya urut seperti yang dibawah ini.
        
  3. Maka akan masuk tampilan Login Properties sa seperti dibawah ini. Lalu anda ganti password defaultnya sesuai dengan yang anda kehendaki di bagian kolom Password, lalu confirm password tersebut di bagian kolom Confirm Password.

    Kemudian masih pada Login Properties sa anda pilih menu Status kemudian anda rubah Permisision menjadi Grant, dan Login menjadi Enable seperti gambar dibawah ini, lalu klik OK.
  4. Lalu kembali ke awal tampilan object browser, kemudian klik kanan pada SQL Server anda lalu pilih Properties.
  5. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini, kemudian setelah itu pilih Security, ubah di bagian Windows Authentications mode menjadi SQL Server and Windows Authentication mode dan bagian Login Auditing menjadi Failed logins only , lalu klik OK.
  6. Proses pembuatan user SA di SQL Server telah selesai, akan tetapi supaya anda bisa menggunakan user SA tersebut anda harus merestart SQL Server. Caranya klik menu windows / run kemudian ketikan “services.msc” lalu tekan ENTER kemudian anda cari SQL Server (SQLEXPRESS) setelah itu klik kanan pada menu tersebut pilih restart seperti gambar dibawah ini.
  7. Mengaktifkan login user SA di SQL Server ini sangat bermanfaat disaat kita membuat koneksi atau module dalam sebuah aplikasi, seperti PHP, VBNet atau yang lain. Pembuatan database pun sudah bisa dilakukan.

Sekian Tutorial Mengaktifkan User SA di SQL Server 2008 R2. Semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Sumber Referensi : RemotMepetSawah

Posted in Database, Programming, Tutorial | Tagged , , , | Leave a comment

Hidden Fungsi Show Password Wifi pada Windows

Pada tutorial kali ini, saya akan menjelaskan fungsi untuk hidden tombol Show character pada wifi laptop. Tujuannya adalah agar orang lain tidak secara mudah mengetahui password Wifi yang tidak boleh diakses secara public alias hanya diakses oleh orang-orang tertentu saja. Biasanya tutorial ini ada di laptop.

  1. Sebelum ke tutorial Hidden Show characters password wifi maka saya akan jelaskan letak fungsi Show characters tersebut.
    – Klik kanan icon Network di sebelah kanan bawah, lalu pilih Open Network and Sharing Center.
    – Klik Change adapter settings.
    – Maka akan muncul beberapa list Network.
    – Klik kanan icon Wi-Fi, lalu pilih Status. Klik Wireless Properties. Pilih tab Security.
    – Lalu centang Show Characters, maka akan muncul password yang terenskripsi.
  2. Selanjutnya akan saya jelaskan langkah hidden Show characters password wifi.
  3. Tekan Windows+R pada keyboard atau Run
  4. Ketik regedit, lalu tekan OK atau Enter.
  5. Lalu ketik Ctrl+F atau find masukkan kode berikut ini :
    {86F80216-5DD6-4F43-953B-35EF40A35AEE}
    Lalu tekan tombol Find Next.
  6. Maka akan muncul beberapa file registry.
  7. Pilih menu File->Export, beri nama “Show Hide Password” lalu klik Save.
    Fungsinya adalah untuk backup datanya terlebih dahulu agar aman.
  8. Selanjutnya adalah klik kanan key {86F80216-5DD6-4F43-953B-35EF40A35AEE} lalu pilih Delete.
    Akan muncul alert konfirmasi ‘Confirm Key Delete’, pilih Yes.
  9. Jika muncul alert ‘Error Deleting Key’ maka itu terjadi karena permission aksesnya.
  10. Maka yang dilakukan adalah klik kanan key {86F80216-5DD6-4F43-953B-35EF40A35AEE} lalu pilih Permissions.
  11. Setelah itu akan muncul tampilan Permissions. Klik Add, lalu Advanced, lalu Find Now.
    Pilih nama user yang saat itu login, lalu klik OK. Centang Allow pada permission Full Control. Klik OK.
  12. Lalu ulangi kembali langkah 8.
  13. Jika berhasil maka key akan hilang dari registry.
  14. Cek fungsi Show Password di Properties wifi. Jika berhasil maka ketika dicentang Show Password maka tidak akan aksi apapun.
  15. Untuk memfungsikan kembali Show Password wifi, maka kita tinggal pilih menu
    File->Import lalu pilih file yang sebelumnya kita export.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=4sgxfkWQh14

Posted in Tutorial | Tagged , | Leave a comment